
Suatu hari, Pak Alam selaku dosen digital marketing memberikan saya tugas yang berbeda dari biasanya. Kali ini, saya diminta untuk membuat mind map secara manual, bukan dengan bantuan aplikasi seperti Canva, melainkan menggunakan tangan sendiri di atas kertas. Awalnya, saya merasa sedikit terkejut dan bingung. Terbiasa dengan kemudahan teknologi, tugas ini terasa seperti tantangan baru. Namun, saya menyadari bahwa tugas ini memiliki makna lebih dalam, mengajak saya untuk mengingat kembali seluruh pengetahuan yang telah diajarkan selama ini.
Tugas ini bukan sekadar soal merangkum pelajaran, melainkan juga sebuah refleksi, sebuah perjalanan intelektual. Perlahan-lahan, mind map ini berubah menjadi peta visual yang penuh makna, mencerminkan pemahaman yang telah saya tumbuhkan selama kuliah. Walaupun sederhana, mind map ini menjadi bukti nyata dari segala hal yang telah saya pelajari, dan saya menyadari bahwa terkadang, cara-cara manual dapat membuat kita lebih dekat dengan proses berpikir dan belajar itu sendiri.
Tugas ini bukan sekadar soal merangkum pelajaran, melainkan juga sebuah refleksi, sebuah perjalanan intelektual. Perlahan-lahan, mind map ini berubah menjadi peta visual yang penuh makna, mencerminkan pemahaman yang telah saya tumbuhkan selama kuliah. Walaupun sederhana, mind map ini menjadi bukti nyata dari segala hal yang telah saya pelajari, dan saya menyadari bahwa terkadang, cara-cara manual dapat membuat kita lebih dekat dengan proses berpikir dan belajar itu sendiri.


0 Komentar